Tazkiyatun Nafs

Jangan Banggakan Dosa, Tutupilah Aibmu Wahai Muslim

Islam mengajarkan agar dosa tidak dipamerkan dan aib tidak diumbar. Seorang Muslim hendaknya menjaga kehormatan diri serta menggunakan media sosial untuk kebaikan.

Masjid Al-Fath 2 menit baca

Di zaman media sosial ini, banyak orang secara sadar mengumbar aib dan dosa mereka kepada publik. Padahal, dalam Islam, hal itu bukan hanya dilarang, tetapi juga menunjukkan kurangnya rasa malu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dosa bukan untuk dipamerkan, tetapi untuk disembunyikan dan disesali.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Setiap umatku akan diampuni, kecuali mereka yang terang-terangan berbuat dosa. Di antara bentuk terang-terangan adalah seseorang yang berbuat dosa di malam hari, lalu di pagi harinya ia berkata, ‘Wahai Fulan, tadi malam aku melakukan ini dan itu,’ padahal Allah telah menutupi dosanya semalaman, namun ia justru membuka tutupan Allah itu sendiri.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini memperingatkan kita agar tidak menjadi orang yang membuka sendiri dosa yang telah Allah tutupi.

Fenomena yang Terjadi Saat Ini

Banyak orang tanpa malu memamerkan maksiat di media sosial, baik berupa ucapan, perbuatan, maupun gaya hidup yang menyimpang dari ajaran Islam. Seolah-olah merasa bangga, padahal sejatinya sedang membuka aib sendiri.

Sebagai Muslim, kita tidak boleh ikut terbawa arus tersebut. Tidak semua yang viral itu benar dan tidak semua yang ramai harus diikuti.

Jangan banggakan maksiat. Jangan ikut menormalisasi dosa.

Islam mengajarkan kita untuk menjaga kehormatan diri dan orang lain. Bukan hanya tidak membuka aib sendiri, tetapi juga menutupi aib sesama Muslim.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.”

(HR. Muslim)

Mari menjaga diri dan saudara kita. Saling menjaga, bukan saling membuka aib. Saling menasihati dalam kebaikan, bukan menyebarkan keburukan.

Malulah kepada Allah.

Jagalah kehormatan diri dan orang lain.

Gunakan media sosial untuk menebar kebaikan, bukan kemaksiatan.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga hati, lisan, dan jari-jari kita dari perbuatan sia-sia.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.